Jumat, 27 November 2015

Rasa yang Berbeda

Mencintai....
Entah kenapa telingaku sedikit sakit mendengarnya. Mungkin karena keadaan yang merubahnya menjadi seperti ini. Keadilan lagi-lagi tak berpihak padaku. Kadang aku berpikir kalau kekecewaan,kehancuran bahkan kepedihan adalah hal yang sama. Ketiganya begitu kuat beriringan dan saling melengkapi. Aku sadar betul kalau cinta tak harus memiliki. Tapi egoiskah jika aku memiliki setitik harapan untuk dapat memilikinya? Aku rasa egoisku adalah hal yang wajar selama aku tak begitu memaksakan takdir, yah, takdir untuk dapat memilikinya. Aku sadar, cinta itu hanya untuk dirasakan, tidak selalu untuk diluapkan. Aku hanya mencintainya dalam diam, dan sepertinya inilah cara yang terbaik. Tujuanku memang tak lain hanya untuk melindungi hatiku saja. Sepertinya tak begitu penting bagiku untuk mengetahui perasaannya padaku. Bukan apa-apa, aku hanya sekedar penggemar gelapnya saja yang sedikit egois karena tak siap mendengar kalimat balasan yang ujung-ujungnya melukai hati lagi. Aku hanya tak ingin menambah kepedihan lain dalam hidupku.


Perasaan dapat berubah kapan saja. Seiring berjalannya waktu, sedikit demi sedikit aku mulai mengikis rasa itu dalam hatiku. Entah akan berhasil atau tidak, aku hanya mencoba berusaha. Akupun tak tahu kapan kita akan dipertemukan kembali. Mungkinkah kita akan bertemu pada saat kita telah menemukan cinta terakhir kita, itu adalah hal yang mungkin saja terwujud. Karena takdir bukanlah kita yang menentukan.